Jangkar Kapal Wisata Merusak Terumbu Karang di Labuan Bajo, KSOP Panggil Nakhoda untuk Klarifikasi
Jangkauan Serang — Jangkar Kapal Wisata Rusak Sebuah insiden yang mengkhawatirkan terjadi di perairan Pulau Sebayur Kecil, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah kapal wisata bernama Apik dilaporkan merusak terumbu karang akibat jangkar yang menyeret dasar laut pada kedalaman 5 hingga 7 meter. Kerusakan ini terekam dalam video yang kini viral di media sosial.
Pemeriksaan Awal oleh KSOP
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo segera merespons insiden tersebut dengan memanggil nakhoda kapal, Riswan, untuk memberikan klarifikasi. Riswan mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Namun, ia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena masih menjalani pemeriksaan di kantor KSOP.
Baca Juga: Putin Pamer Rudal Burevetsnik Rusia, Senjata Nuklir Tak Terbatas
Jangkar Kapal Wisata Rusak Koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo
Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) juga turut serta dalam penanganan kasus ini. BTNK bersama Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Manggarai Barat melakukan diskusi untuk menentukan langkah selanjutnya, baik melalui jalur hukum maupun pendekatan pemulihan lingkungan.
Dampak Lingkungan dan Upaya Pemulihan
Kerusakan terumbu karang akibat jangkar kapal wisata menjadi perhatian serius, mengingat pentingnya ekosistem ini bagi keanekaragaman hayati laut dan sektor pariwisata di Labuan Bajo.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo langsung mengambil tindakan dengan memanggil kapten kapal, Riswan, untuk dimintai keterangan mengenai kejadian tersebut.
Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) bersama Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Manggarai Barat juga ikut memantau dan menilai dampak kerusakan.
Ande Kefi, pejabat BTNK, menegaskan pentingnya menjaga ekosistem terumbu karang karena selain berperan sebagai habitat laut, terumbu karang juga menjadi daya tarik wisata yang mendukung perekonomian lokal.
KSOP dan BTNK berjanji akan menindaklanjuti kasus ini dengan serius dan memastikan agar insiden serupa tidak terulang, termasuk meningkatkan pengawasan terhadap operasional kapal wisata di kawasan TN Komodo.






