Pramono Sebut 150 Disabilitas Diterima Bekerja
Jangkauan Serang — Pramono Sebut 150 Disabilitas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat prestasi penting dalam upaya pemberdayaan penyandang disabilitas di dunia kerja. Menurut Pramono Anung, yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, sudah sekitar 150 penyandang disabilitas berhasil diterima bekerja lewat serangkaian job fair khusus yang telah diselenggarakan sebanyak 13 kali sepanjang 2025.
Dalam acara pembukaan job fair khusus penyandang disabilitas yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Senin (3 November 2025), Pramono menjelaskan bahwa bursa kerja inklusif ini adalah langkah konkret Pemprov DKI untuk membuka akses kesempatan kerja yang sama bagi warga penyandang disabilitas.
Acara tersebut melibatkan 21 perusahaan yang menyediakan sekitar 107 lowongan kerja untuk para pencari kerja disabilitas, termasuk peserta dengan latar pendidikan mulai dari SMA Luar Biasa (SLB) hingga S1.
Karena itu, keterangan mengenai “termasuk Zidan” belum dapat diverifikasi dari sumber yang tersedia.
Baca Juga: Junta Myanmar Hancurkan 148 Bangunan Pusat Scam di Perbatasan Thailand
Pramono Sebut 150 Disabilitas Catatan & Tantangan ke Depan
Perluasan program pelatihan keterampilan serta pemberdayaan perusahaan agar lebih terbuka terhadap tenaga kerja disabilitas menjadi fokus utama.
Pemerintah daerah juga mendorong industri dan usaha swasta untuk menjadikan inklusi penyandang disabilitas sebagai bagian dari kebijakan rekrutmen mereka.
Kesimpulan
Cerita Zidan: Dari Penolakan Menjadi Peluang
Zidan (24), lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Jakarta Timur, adalah satu di antara ratusan peserta job fair tersebut.
Sejak dua tahun lalu, ia telah berkeliling mencari pekerjaan namun kerap ditolak karena keterbatasan fisiknya.
“Saya dulu tidak percaya bisa bekerja seperti orang lain. Sekarang saya senang, bisa bantu keluarga,” ujar Zidan melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh relawan dari Dinas Tenaga Kerja.
Kisah Zidan menjadi simbol dari perjuangan banyak penyandang disabilitas di Jakarta yang ingin mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat.
Perusahaan Mulai Terbuka
Salah satu perusahaan yang ikut dalam program ini adalah PT Trans Retail Indonesia (Carrefour). HR Manager-nya, Dewi Rahayu, mengaku bahwa pihaknya justru menemukan karyawan disabilitas memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi.
“Zidan adalah contoh nyata. Dalam dua minggu bekerja, dia sudah bisa beradaptasi dengan sistem komputer internal kami. Rekan-rekannya juga banyak belajar empati dari dia,” ujar Dewi.
Menurutnya, program seperti ini bukan hanya soal tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi juga transformasi budaya kerja yang lebih manusiawi dan beragam.
Tantangan dan Harapan
Meski hasilnya menggembirakan, Pramono mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi.
>Berdasarkan data Dinas Sosial DKI Jakarta, terdapat lebih dari 21.000 penyandang disabilitas di wilayah Jakarta, namun yang telah memiliki pekerjaan formal masih di bawah 10 persen.






