Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Status Tanggap Darurat Berakhir Sampah Masih Menggunung di Tiga Pasar Tangsel

Status Tanggap Darurat Berakhir
Shoppe Mall

Status Tanggap Darurat Berakhir, Sampah Masih Menggunung di Tiga Pasar Tangsel

Jangkauan Serang – Status Tanggap Darurat Berakhir Setelah status tanggap darurat yang diumumkan beberapa waktu lalu berakhir, masalah sampah di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) masih menjadi isu besar. Meskipun tanggap darurat telah berakhir, sampah yang menumpuk di tiga pasar besar di Tangsel—yaitu Pasar Ciputat, Pasar Serpong, dan Pasar Pamulang—masih menjadi pemandangan yang tidak mengenakkan. Warga, pedagang, dan pengunjung pasar mengeluhkan kondisi ini, yang memperburuk citra kota yang seharusnya bersih dan tertata.

Shoppe Mall

Sampah Menggunung Pasca Tanggap Darurat

Sampah yang menumpuk di pasar-pasar tersebut dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, keterlambatan petugas dalam penanganan, dan volume sampah yang meningkat secara signifikan di pasar-pasar tersebut. Walaupun status tanggap darurat telah selesai, masalah pengelolaan sampah di tiga pasar besar ini belum sepenuhnya teratasi. Di beberapa titik, sampah bahkan menumpuk lebih tinggi dari tempat sampah yang disediakan.

“Setelah status tanggap darurat berakhir, kami berharap ada perbaikan dalam pengelolaan sampah, namun kenyataannya tidak ada perubahan yang signifikan. Sampah di sekitar pasar tetap menumpuk dan membuat lingkungan pasar menjadi kotor,” ujar Andi, seorang pedagang di Pasar Ciputat.

Tumpukan sampah yang belum dikelola dengan baik ini tentu menjadi masalah besar bagi kesehatan dan kenyamanan warga serta pedagang yang sehari-harinya bergantung pada pasar tersebut untuk mata pencaharian mereka. Kondisi ini juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit, terutama yang berasal dari sampah organik seperti sisa makanan.Status Tanggap Darurat Berakhir, Sampah Masih Menggunung di Tiga Pasar  Tangsel

Baca Juga: Keyakinan Alwi Farhan Hadapi Malaysia Open 2026 Semuanya Dimulai dari Nol

Faktor Penyebab Masih Tertumpuknya Sampah

Beberapa faktor utama yang menyebabkan penumpukan sampah ini terus berlanjut meski status tanggap darurat telah dicabut adalah sebagai berikut:

Keterbatasan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Sampah
Di ketiga pasar ini, fasilitas pengelolaan sampah masih sangat terbatas. Tempat sampah yang disediakan tidak cukup untuk menampung volume sampah yang sangat besar, terutama pada hari-hari sibuk. Selain itu, beberapa petugas kebersihan mengaku kewalahan dengan banyaknya sampah yang harus mereka kelola dalam waktu singkat.

Keterlambatan Pengangkutan Sampah
Petugas kebersihan seringkali terlambat dalam mengangkut sampah dari pasar-pasar tersebut. Akibatnya, tumpukan sampah semakin membesar dan semakin sulit untuk dikelola dengan baik.

Peningkatan Volume Sampah Selama Pandemi
Meskipun pandemi COVID-19 mulai mereda, volume sampah di pasar-pasar tradisional tetap meningkat. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya jumlah transaksi di pasar selama masa pemulihan ekonomi serta pembelian barang yang cenderung mengandung kemasan sekali pakai.

Kurangnya Kesadaran Masyarakat
Beberapa pedagang dan pengunjung pasar masih kurang peduli terhadap pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Hal ini membuat sampah lebih mudah tersebar di sekitar pasar, menciptakan kekumuhan dan memperburuk situasi.

Status Tanggap Darurat Berakhir Respons Pemerintah Kota Tangsel

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengungkapkan bahwa mereka sudah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi masalah ini. Namun, mereka mengakui bahwa pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional memang lebih sulit dibandingkan dengan kawasan lain yang lebih modern.

“Kami sudah menambah jumlah petugas kebersihan dan tempat sampah di beberapa titik di pasar. Kami juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengangkut sampah secara lebih efisien. Namun, karena volume sampah yang sangat besar, kami menyadari bahwa ini masih menjadi tantangan besar,” jelas M. Zaki, Kepala DLHK Tangsel.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan pasar dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan tidak membiarkan sampah berserakan. Selain itu, mereka juga berencana untuk memperkenalkan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik di pasar-pasar tradisional.

Harapan Pedagang dan Masyarakat

Para pedagang dan masyarakat yang terdampak berharap agar masalah sampah ini bisa segera diselesaikan dengan cara yang lebih permanen. Mereka meminta agar pemerintah dapat menyediakan lebih banyak tempat sampah, meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, dan lebih banyak mengedukasi masyarakat agar lebih disiplin dalam menjaga kebersihan.

Nina, seorang pedagang di Pasar Pamulang, mengatakan, “Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi yang lebih konkret. Sampah ini sudah jadi masalah lama yang belum juga terselesaikan. Selain menciptakan bau tak sedap, sampah yang menumpuk juga mengganggu kenyamanan kami dalam berjualan.”

Selain itu, mereka juga menginginkan adanya sanksi bagi para pedagang atau pengunjung pasar yang membuang sampah sembarangan, agar tercipta kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan pasar.

Status Tanggap Darurat Berakhir Dampak Negatif Jika Tidak Segera Ditangani

Jika masalah ini tidak segera ditangani, dampaknya bisa semakin parah. Selain menciptakan kesan kumuh, penumpukan sampah juga berisiko terhadap kesehatan, seperti munculnya wabah penyakit yang ditularkan lewat sampah. Ini bisa sangat merugikan, tidak hanya bagi pedagang dan pengunjung pasar, tetapi juga bagi reputasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebagai kota yang layak huni.

Dampak lain yang tidak kalah penting adalah turunnya angka kunjungan ke pasar tradisional. Jika pasar terlihat kotor dan tidak terurus, pengunjung akan lebih memilih berbelanja di tempat yang lebih bersih dan nyaman, seperti pasar modern atau pusat perbelanjaan. Hal ini tentu akan mengurangi daya tarik pasar tradisional dan berpotensi merugikan perekonomian lokal.

Status Tanggap Darurat Berakhir Solusi yang Diharapkan

Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan pemilahan sampah dari sumbernya juga sangat diperlukan. Jika masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah dengan benar, maka proses pengelolaan sampah bisa lebih efektif.

Shoppe Mall